ya dunia memang sangat kejam. semakin engkau merasa tertantang pada dunia, semakin dunia beranjak tidak adil padamu.
ketika aku menulis tulisan ini umurku masih 22 tahun 7 bulan 3 hari 20 jam 39 menit. yah begitu detailnya aku menuliskan umurku karena kejadian yang aku lalui sangat mengecewakanku.
aku lahir di keluarga yang sebenarnya cukup tangguh dalam menghadapi pahitnya kehidupan. di usiaku yang masih seumur anak bawang aku harus dihadapkan kenyataan bahwa ibuku sakit parah.
di usiaku yang masih 4 tahun ibuku tiba-tiba terkulai lemas tak berdaya dan dilarikan ke rumah sakit, tanpa disangka ibuku mengandung calon adikku yang tidak bisa terselamatkan karena dia tidak tumbuh di tempat mestinya. seharusnya calon bayi bisa berkembang dalam rahim seorang ibu, tetapi calon adikku itu tumbuh di luar rahim ibuku. memori itu masih teringat sangat jelas dalam ingatanku. pasca kejadian sakit tersebut aku kurang mendapat perhatian ibuku karena ibuku sedang dalam tahap proses penyembuhan.
tak disangka di usiaku yang menginjak 5 tahun, aku dihadapkan kenyataan serupa ibuku terkena kanker payudara, ya burst cancer. kenyataan itu membuat ibuku kehilangan salah satu bagian vital dirinya karena di gerogoti kanker ganas. di hari-hariku yang mulai membutuhkan kasih sayang ibuku ternyata aku kurang mendapat perhatiannya karena ibuku berkali-kali diberikan ujian hidup.
karena kejadian tersebut aku menjadi dekat dengan bapakku, seorang pria yang powerfull, melankolis, dan sangat selengekan dalam hidupnya. entah darahnya mengalir begitu kuat dalam darahku atau faktor keterikatan batin kita, aku menjadi orang yang seperti dia.
tetapi takdir berkata lain di usiaku tepat 7 tahun 5 bulan 12 hari, adikku lahir. seorang yang aku idam-idamkan sebagai teman akhirnya datang. apapun jalan yang dia pilih saat ini, aku tidak akan pernah mempermasalahkannya karena dia datang atas ijin Allah.
aku tidak menyesali semua kejadian yang ada pada masa laluku, karena aku slalu berusaha berhat besar menerima pelajaran hidup yang aku miliki saat itu.
saat aku bernajak remaja aku dihadapkan pada suatu kenyataan yang membuatku shock dan hampir gila. aku menjadi korban masalah keluarga yang tidak saatnya aku lalui di umurku yang masih belia.
aku menjadi saksi kekejaman dunia luar yang bisa menjebakmu dalam kemiskinan, aku menjadi saksi bahwa mempertahankan pernikahan tidaklah semudah menjalani pernikahan itu sendiri, aku menjadi saksi bahwa dunia bisa saja membunuhmu jiika kamu terlena.
jika mengingat masa itu sulit rasanya untuk tidak menangis. tapi..... menangispun tidak akan menyelesaikan masalah hidupmu, aku memilih bangkit dan melawan kejamnya dunia tersebut dengan tetap ternsenyum.
ketika usiaku tepat pada 22 tahun 7 bulan aku mengalami kejadian yang menegangkan, pertaruhan antara hidup-matimu sebagai mahasiswa dipertaruhkan. awalnya semuanya berjalan lancar sampai pada akhirnya semua terasa mengecewakan. orang yang seharusnya membelamu, malah mempermainkanmu. sehingga memaksamu mengakui hal yang sebenarnya tidak kamu lakukan atau setidaknya hanya sedikit yang dilakukan.
saat itu aku menjadi korban kekejaman dunia itu sendiri, ternyata dunia bisa menikammu dari sudut manapun. hingga kamu tak sadar karaktermu terbunuh hanya karena dunia tidak berpihak pada ketulusan pikiranmu. dulu aku pernah mengalami menjadi korban kekejaman dunia namun sebagai seorang anak. kini aku mengalami menjadi korban kekejaman dunia sebagai seorang *Binar Lazuardi* yang sudah dewasa bukan lagi *Binar Lazuardi* yang masih kanak-kanak ataupun remaja.
kini aku harus siap menikam dunia itu sendiri. ternyata dunia tidak bisa ditaklukan hanya dengan hati yang tulus, tetapi dunia yang kejam harus ditikam dengan kekejaman pula. aku baru menyadari bahwa semakin aku menjalani dunia ini, dunia ini akan semakin mengerikan untuk ditapaki.
tapi apapun yang terjadi, aku harus tetap yakin bahwa kekejaman dunia tidak selamanya buruk untuk hidupku maupun hidupmu. dunia yang kejam bisa juga menjadi medan perangmu untuk mencari kesuksesanmu yang belum terjamah.
sekejam-kejamnya dunia tetaplah dunia ini harus dijalani. semakin kejam dunia yang kamu tapaki, semakin kuat jiwamu menghadapi *dunia lain* yang lebih kejam dari duniamu saat ini.

:) peluk binar~~ don't let yourself down, always trust to Allah..everything will be okay..you can through the bad phase of your life..!! you are not alone..teruskan menulis!! its good to manage your emotion..
BalasHapus